saya juga pernah berfikir ga akan mengenal lagi dirinya. tp semua itu hanya nafsu sesaat, setiap dia muncul rasa ingin menyapanya sangat kuat. sampai akhirnya saya mulai sapa, dengan sangat canggung. sekedar menanyakan kabar. sebetulnya saya sangat penasaran dengan kondisinya sekarang, apa yang dirasanya, apa yang dilakukannya, apa yang dipikirnya, apa yang di inginkannya. tp semua itu saya coba pendam, dengan tujuan yang jelas. yaitu pergi darinya. emang ga enak memendam semuanya. tp apa yang bisa saya lakukan selain memendam. apa saya harus bicara tentang semua rasa ini. apa saya ga akan d bilang laki2 lemah yang begitu mudahnya ditaklukan wanita.
mungkin saya kurang mengerti dengan apa yang namanya cinta, saya hanya bisa menikmati, tanpa bisa merawatnya. mungkin itu kesalahan yang udah saya lakukan. ga bisa merawat, cuma bisa menikmati. pengalaman saya tentang kisah cinta sangat minim. mungkin itu faktor yang buat saya jadi seperti sekarang. saya terlalu perasa untuk urusan cinta, terlalu gampang saya dibutakan sama yang namanya cinta. saya cuma bisa melayani, menyayangi, meyertainya kemana dia pergi. tanpa bisa menggali lebih dalam lagi yang namanya cinta. halusinasi yang berlebih tentang dirinya sangat kuat. takut terjadi sesuatu dengan dirinya. takut orang2 disekitarnya menyakitinya. takut hati yang dia miliki bukan untuk saya. takut dengan waktu yang terus membuatnya semakin berubah terhadap saya. apa mungkin semua ketakutan itu buah dari rasa cinta. katanya cinta tu bisa membuahkan kebahagian karna saling adanya kepercayaan diantara manusia yang saling mencintai. tp kenapa buah dari cinta yang saya rasa itu adalah ketakutan? apa karena saya tau dia tidak memiliki rasa yang sama? semua tanda tanya bagi saya. saya tau dia tidak punya rasa yang sama dengan apa yang saya rasa. mungkin itu jawaban dari semua pertanyaan yang ada di kepala saya. ya ok lah kalau bgtu.... sekarang saya mati terkubur oleh cinta yang saya punya.